MALANG- Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi menilai tidak relevan melaporkan kasus Sampang Madura ke Komisi Hak Asazi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penyelesaian kasus tersebut, ujar Hasyim Muzadi, sebetulnya bisa diselesaikan oleh ulama (kyai) di Sampang sendiri, ulama di Madura, serta kyai di Jawa Timur (Jatim).
“Karena pada dasarnya kasus Sampang ini bukan masalah ajaran Syiah dan Sunni, namun masalah Syiah dan Sunni itu dipakai sebagai motif konflik,” kata KH. Hasyim Muzadi di Halal Bihalal Bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Indonesia di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Cengger Ayam Kota Malang, Sabtu (1/9) pagi.
Pada dasarnya, antara Syah dan Sunni di Indonesia tidak ada masalah. Hal itu ditegaskan Hasyim seperti keberadaan Syiah dan Sunni di Bangil Pasuruan maupun Bandung yang tidak ada masalah.
Sehingga, melaporkan kasus ini ke HAM PBB merupakan tindakan yang tidak relevan. Apalagi kalau sampai lembaga internasional memberikan rekomendasi atas masalah tersebut.
“HAM PBB tidak releven jika ikut menyelesaikan krisis yang terjadi di Sampang.”
Karena itu, KH. Hasyim Muzadi, pada 8 September mendatang, akan menemui kyai-kyai yang ada di Jatim untuk membicarakan masalah tersebut sekaligus mencari solusinya. Dan hasil dari pertemuan tersebut diharapkan bisa meredakan konflik tersebut. (k25/arh)
No comments:
Post a Comment
* Silahkan berkomentar dengan SOPAN,SANTUN dan BIJAK tidak SPAM
* Jika anda tidak memiliki akun Google anda bisa gunakan Name/URL
* Mohon jangan menyisipkan Link Hidup!!!
* Dukung blog ini untuk menjadi blog yang di harapkan oleh pembaca
* Berilah komentar yang bersifat baik
*Blog ini DOFOLLOW & Baklink jadi banya banyak Komentar
<=============SALAM PERSAHABATAN =============>